Pengalaman PPSMB dan Mahasiswa Baru
Oleh : Priyo Arif Sadewo
Halo
semuanya, perkenalkan nama saya Priyo Arif Sadewo. Saya biasa dipanggil dengan
nama Rio atau Io.
Tulisan ini merupakan pengalaman saya menjadi Maba (Mahasiswa Baru)
sekaligus pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti kegiatan ‘ospek’ PPSMB
Palapa 2017. Ospek di sini bukan berarti perploncoan. PPSMB Palapa merupakan
ospek yang mengedepankan sikap kritis dan membangun agar para mahasiswa baru
dapat bertransisi menjadi mahasiswa SANG JUARA (Santun, Adil, Nasionalis,
Gembira, Jujur, Unggul, Amanah, Religius, Andal).
![]() |
| Jupiter Aerobatic Team |
Saat
itu tanggal 13 Juni 2017 merupakan pengumuman kelulusan SBMPTN. Saya tidak
berani untuk membuka hasil, Karena itu saya menyuruh Kakak dan Ayah untuk
membukakan hasil SBMPTN. Server down dan
eror membantu saya menjadi lebih panik dari sebelumnya. Namun Alhamdulillah,
setelah dibuka ternyata saya masuk di salah satu universitas impian saya, Uiversiats
Gadjah Mada pada program studi Teknik Geodesi. Saya merasa sangat senang dan
bersyukur kepada Allah. Selanjutnya sebelum menjadi mahasiswa resmi Universitas
Gadjah Mada, terlebih dahulu dilakukan ospek yang disebut PPSMB (Pelatihan
Pembelajaran Sukses bagi Mahasiswa Baru) Palapa 2017 yang berisi PPSMB Universitas pada
hari pertama dan kedua, dilanjutkan PPSMB Fakultas pada hari ketiga dan keempat,
dan Softskill pada hari kelima dan keenam. Rangkaian acara dilaksanakan selama
6 hari, dimulai dari tanggal 7 Agustus 2017 dan berakhir pada 12 Agustus 2017. Sebelum
acara dimulai, terlebih dahulu diadakan gladi bersih pada tanggal 5 Agustus
2017 guna mematangkan persiapan pelaksanaan PPSMB Palapa 2017.
![]() |
| Aksi Terjun Payung |
Tanggal
7 Agustus 2017, kami berkumpul di Lapangan Pancasila. Hari pertama PPSMB dibuka
dengan Opening Ceremony yang meriah. Opening Ceremony dihadiri oleh beberapa
orang penting di Indonesia termasuk alumni, rektor dan Kepala Staff Angkatan Udara.
Dimulai dari upacara bendera,
sambutan-sambutan dari tamu undangan, dan kemudian ditampilkan atraksi dari
berbagai ukm, aksi terjun payung, dan aksi akrobatik dari TNI-AU. Kemudian
muncul dari angkasa 1 pesawat membawa 50 penerjun yang berasal dari Keluarga
Alumni Gadjah Mada, Kopasus, dan Marinir dengan membawa berbagai bendera. Aksi
selanjutnya, muncul dari arah barat 6 pesawat aerobatik milik TNI-AU ‘Jupiter
Aerobatic Team (JAT)’ yang menggunakan pesawat KT-1 ‘Wong Bee’ buatan Korea
Selatan. Keenam capung bermesin ini berputar-putar dan bermanuver selama kurang
lebih 15 menit di atas langit Bulaksumur untuk menyambut Gadjah Mada Muda. Selanjutnya
selama hari pertama dan kedua, kami mahasiswa baru di arahkan ke ruang/kelas yang
telah ditetapkan untuk melakukan kegiatan dan mendapatkan materi dari pemandu yang
disebut co-fasilitator (Cofas). Pemandu kelompokku yakni Moeso
Suryowinoto I adalah Kak Dita, Kak Hana dan Kak Yudha. Kegiatan di kelas berisi
pemberian materi, diskusi, dan diselingi dengan game serta jargon yang membuat
penghuni kelas tetap bersemangat.
Hari ketiga dan keempat dilakukan PPSMB Fakultas atau PPSMB KESATRIA di Fakultas Teknik. Pada acara ini, saya masuk kedalam kelompok 16 dengan julukan Wandel dengan pemandu kelompok Kak Nasywa dan Kak Ihsan. Kegiatan PPSMB KESATRIA lebih banyak dilakukan di luar ruangan. Salah satu kegiatan yang menarik adalah FGD (Forum Group Disscusion). FGD ini merupakan kegiatan yang menarik karena dari sini kita diajarkan untuk dapat berdiskusi dengan baik, bekerjasama dengan teman satu kelompok, dan untuk selalu berpikir kritis terhadap segala sesuatu yang ada. Pada hari keempat, terdapat sebuah acara yang diharapkan dapat mempererat persaudaraan warga Fakultas Teknik dengan membuat replika tugu teknik setinggi kurang lebih 2,5 meter yang terbuat dari kubus berwarna biru. Kegiatan ini cukup menegangkan karena kami diberi batasan waktu untuk menyelesaikan replika. Selama kegiatan PPSMB KESATRIA, Saya terlambat selama 2 hari berturut-turut, sampai-sampai saya dan beberapa orang yang juga terlambat selama 2 hari berturut-turut dipanggil oleh Pengawas dan Penanggung Jawab kegiatan PPSMB Fakultas Teknik. Kami diberi masukan dan alasan oleh Pengawas mengapa kita sebagai mahasiswa tidak boleh datang terlambat. Rangkaian acara terakhir adalah Softskill yang dilaksanakan pada hari kelima dan keenam. Pemateri softskill gugus saya, Moeso Suryowinoto I adalah dosen dari Fakultas Teknik UGM Departemen Teknik Fisika. Kegiatan yang dilakukan selama softskill hampir sama dengan apa yang telah dilakukan pada hari pertama dan kedua. Acara PPSMB diakhiri dengan pembuatan formasi manusia di Lapangan Pancasila. Panitia PPSMB tahun ini telah merencankan untuk membuat formasi lambang Universitas Gadjah Mada dengan menggunakan caping yang telah dikumpulkan oleh mahasiswa baru pada saat gladi bersih. Formasi tidak berhenti distu saja. Karena jika para mahasiswa mengangkat pom-pom mereka, akan terbentuk gambar warna merah dan putih yang mencerminkan Bendera Pusaka.
![]() |
| Kelompok 16 - Wandel |
Hari ketiga dan keempat dilakukan PPSMB Fakultas atau PPSMB KESATRIA di Fakultas Teknik. Pada acara ini, saya masuk kedalam kelompok 16 dengan julukan Wandel dengan pemandu kelompok Kak Nasywa dan Kak Ihsan. Kegiatan PPSMB KESATRIA lebih banyak dilakukan di luar ruangan. Salah satu kegiatan yang menarik adalah FGD (Forum Group Disscusion). FGD ini merupakan kegiatan yang menarik karena dari sini kita diajarkan untuk dapat berdiskusi dengan baik, bekerjasama dengan teman satu kelompok, dan untuk selalu berpikir kritis terhadap segala sesuatu yang ada. Pada hari keempat, terdapat sebuah acara yang diharapkan dapat mempererat persaudaraan warga Fakultas Teknik dengan membuat replika tugu teknik setinggi kurang lebih 2,5 meter yang terbuat dari kubus berwarna biru. Kegiatan ini cukup menegangkan karena kami diberi batasan waktu untuk menyelesaikan replika. Selama kegiatan PPSMB KESATRIA, Saya terlambat selama 2 hari berturut-turut, sampai-sampai saya dan beberapa orang yang juga terlambat selama 2 hari berturut-turut dipanggil oleh Pengawas dan Penanggung Jawab kegiatan PPSMB Fakultas Teknik. Kami diberi masukan dan alasan oleh Pengawas mengapa kita sebagai mahasiswa tidak boleh datang terlambat. Rangkaian acara terakhir adalah Softskill yang dilaksanakan pada hari kelima dan keenam. Pemateri softskill gugus saya, Moeso Suryowinoto I adalah dosen dari Fakultas Teknik UGM Departemen Teknik Fisika. Kegiatan yang dilakukan selama softskill hampir sama dengan apa yang telah dilakukan pada hari pertama dan kedua. Acara PPSMB diakhiri dengan pembuatan formasi manusia di Lapangan Pancasila. Panitia PPSMB tahun ini telah merencankan untuk membuat formasi lambang Universitas Gadjah Mada dengan menggunakan caping yang telah dikumpulkan oleh mahasiswa baru pada saat gladi bersih. Formasi tidak berhenti distu saja. Karena jika para mahasiswa mengangkat pom-pom mereka, akan terbentuk gambar warna merah dan putih yang mencerminkan Bendera Pusaka.
Selama kegiatan PPSMB, saya bertemu dengan keluarga
baru yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Saya merasa terus terdorong
untuk mejadi lebih baik lagi setelah kegiatan PPSMB ini. Bagaimana tidak,
selama kegiatan PPSMB, teman-teman kelompok menunjukan kemampuan yang luar
biasa ditambah oleh kemampuan Cofas dan pengisi materi yang menurut saya sangat
baik dalam penyampaian materi. Terima kasih kepada panitia PPSMB Palapa 2017
dan semua orang yang terlibat didalamnya karena telah menyuguhkan sebuah
sambutan yang meriah dan menumbuhkan sikap untuk terus berkembang kepada kami
mahasiswa baru.
Kegiatan
PPSMB berakhir, dimulailah kehidupan kampus.
Selama
awal-awal berkuliah, saya masih belum terbiasa dengan jadwal kuliah yang jadwalnya
tidak terus menerus sampai sore seperti saat masa SMA, tetapi bervariasi
sehingga banyak terdapat waktu kosong selama menunggu kelas mata kuliah
dimulai. Jam jeda ini saya manfaatkan untuk mengenal lebih jauh teman-teman
saya satu angkatan di Teknik Geodesi walaupun saya masih malu-malu dan canggung
dalam melakukanya. Selama kuliah, saya menempuh perjalanan selama 2 jam
(berangkat-pulang) dari rumah saya ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
yang berjarak kurang lebih 30 km. Saat ini dan beberapa bulan ke depan,
Departemen Geodesi mengadakan kegiatan GEOID (Geodetic Initiation and
Softskills Development) atau biasa disebut Wahana Inisiasi untuk mahasiswa baru
yang bertujuan untuk pembekalan awal mengenai kegeodesian dan sarana
pengembangan softskill. Saya berharap kegiatan GEOID akan berjalan dengan
lancar dan tujuan kegiatan tercapai serta saya dan teman-teman dapat mengikuti
seluruh kegiatan dengan baik.
Ya,
ternyata kuliah memang tidak seperti yang digambarkan oleh film-film Hollywood
atau Sinetron bagi yang menontonya. Tapi kuliah memang mengasyikan karena kita
dapat lebih leluasa untuk mengembangkan diri kita sesuai dengan apa yang ingin
kita raih.
Salam,
Priyo
Arif Sadewo





Tidak ada komentar:
Posting Komentar